Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dua Anak Perempuan di Sintang Ditemukan Tak Bernyawa, Sempat Dilaporkan Tenggelam di Sungai

Foto. Proses evakuasi oleh Tim SAR Gabungan (Dok. Istimewa)

PONTIANAKKERAS.ID, SINTANG- Dira Dwi (11) dan Feni (10), dua anak perempuan yang sempat dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas, Kampung Ladang, Sintang, Kalimantan Barat, akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan

Keduanya ditemukan pada Jumat (13/2/2026). Tim SAR Gabungan menemukan mereka berbeda waktu dalam hari yang sama.

Proses pencarian dilakukan sejak laporan diterima hingga akhirnya keduanya ditemukan di lokasi berbeda dengan jarak tidak terlalu jauh dari titik awal kejadian.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa korban pertama, Dira Dwi, ditemukan pada pagi hari sekitar pukul 09.25 WIB. Korban ditemukan dalam radius sekitar 204 meter ke arah hulu dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.

“ Dira Dwi ditemukan tim sekitar pukul 09.25 WIB, dengan radius 204 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian,” ujar Made.

Setelah korban pertama ditemukan dan dievakuasi, Tim SAR Gabungan melanjutkan penyisiran untuk mencari korban kedua. Tak sampai disitu, pencarian kembali dilakukan dengan menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet serta pemantauan di sepanjang tepian aliran sungai.

Upaya tersebut kembali membuahkan hasil pada siang hari. Korban kedua, Feni, ditemukan sekitar pukul 14.20 WIB, berjarak kurang lebih 147 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian.

“ Feni ditemukan tim sekitar 147 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian, sekitar pukul 14.20 WIB,” tambah Made.

Kedua jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk prosesi pemakaman. Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar yang turut menyaksikan proses evakuasi.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi dinyatakan ditutup. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, serta relawan dan masyarakat setempat, kembali ke kesatuan masing-masing setelah memastikan tidak ada lagi korban yang dicari.

“ Dengan ditemukannya dua korban yang tenggelam, maka operasi pencarian secara resmi kami tutup dan dinyatakan selesai,” jelas Made.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak.

Sungai Kapuas yang memiliki arus cukup kuat dan kedalaman bervariasi kerap menjadi lokasi aktivitas warga, baik untuk mandi, bermain, maupun kegiatan sehari-hari lainnya.

Made mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat berada di sekitar sungai. Ia menegaskan bahwa kondisi sungai dapat berubah sewaktu-waktu, baik karena arus, kedalaman, maupun faktor cuaca.

“ Kami mengingatkan para orang tua agar tetap mengawasi anak-anaknya saat beraktivitas di sungai, karena risiko di sungai sangat tinggi,” imbaunya.

Selain pengawasan, masyarakat juga diingatkan untuk memahami potensi bahaya di perairan terbuka dan mengutamakan keselamatan, termasuk tidak membiarkan anak anak bermain tanpa pendampingan orang dewasa.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Sintang. Kejadian tersebut sekaligus menjadi peringatan bersama tentang pentingnya kewaspadaan dan pengawasan, terutama terhadap anak-anak di lingkungan yang memiliki risiko tinggi seperti sungai besar.

Pihak SAR berharap kejadian serupa tidak terulang, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dan keluarga saat beraktivitas di perairan.

Share: