PONTIANAKKERAS.ID, SINTANG- Empat anak yang dilaporkan tenggelam saat mandi di Sungai Kapuas, Kampung Ladang, Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), seluruhnya ditemukan Tim SAR Gabungan.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengatakan keempat korban awalnya mandi dan berenang di tepian Sungai Kapuas. Namun, mereka tiba-tiba terbawa arus ke tengah sungai dan tenggelam.
“ Empat korban ini awalnya mandi dan berenang di tepian Sungai Kapuas. Namun tiba-tiba mereka terbawa arus ke tengah sungai dan tenggelam,” ujar Made.
Dari empat anak tersebut, tiga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, yakni Angel, Dira Dwi, dan Feni. Sementara satu anak lainnya, Kimberly ditemukan dalam kondisi selamat.
“ Angel ditemukan pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 01.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” tambahnya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat langsung melakukan pencarian terhadap korban lainnya.
Penyisiran dilakukan sejak Kamis sore hingga malam hari menggunakan perahu karet serta peralatan pendukung lainnya.
“ Dira Dwi ditemukan tim pada Jumat, 13 Februari 2026 sekitar pukul 09.25 WIB, dengan radius 204 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian,” ungkapnya.
Sementara itu, Kimberly berhasil diselamatkan oleh warga dalam kondisi selamat. Meski sempat terbawa arus sungai. Dia menjadi satu satunya korban yang selamat dalam peristiwa tersebut.
“ Korban Feni ditemukan tim sekitar 147 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian, sekitar pukul 14.20 WIB,” terangnya.
Made mengatakan dengan ditemukannya seluruh korban ini, Secara resmi operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan ditutup dan selesai.
“ Dengan ditemukannya seluruh korban yang tenggelam, maka operasi pencarian secara resmi kami tutup dan dinyatakan selesai,” jelas Made.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian. Seluruh jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarganya masing masing.
Made juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan karena memiliki risiko tinggi, terlebih saat arus sungai sedang deras.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan orang tua sangat penting, terutama ketika anak-anak bermain di sekitar perairan sungai.





