PONTIANAKKERAS.ID, JAKARTA – Tim Patroli Perintis Presisi yang digelar Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan tawuran yang nyaris terjadi di kawasan Jalan Bendungan Jago, Kemayoran, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari
Sekitar pukul 03.45 WIB, tim patroli mendapati sekelompok remaja dengan gerak-gerik mencurigakan di lokasi yang diketahui rawan tawuran.
Ketika petugas mendekat, para remaja mencoba melarikan diri, namun akhirnya berhasil diamankan oleh personel Polres Metro Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan bahwa patroli perintis presisi merupakan langkah preventif yang dirancang untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya tawuran remaja yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“ Kami tidak menunggu kejadian terjadi. Begitu ada potensi gangguan, anggota langsung bertindak. Tawuran sangat berbahaya, tidak hanya bagi masyarakat sekitar tetapi juga bagi masa depan anak-anak itu sendiri,” ujar Reynold.
Enam orang terduga pelaku yang diamankan berinisial AK (15), F (16), GM (23), R (15), JYF (16), dan I (16).
Mayoritas masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur. Penindakan terhadap mereka menjadi bentuk upaya kepolisian untuk melindungi anak-anak dari perilaku kriminal sekaligus menjaga keamanan masyarakat.
Dalam operasi tersebut, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain:
-
1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul, diduga digunakan untuk mobilitas saat hendak melakukan tawuran.
-
5 senjata tajam, terdiri dari celurit dan golok, yang berpotensi membahayakan nyawa jika tawuran benar terjadi.
-
3 unit telepon genggam, yang kemungkinan digunakan untuk koordinasi antar anggota kelompok remaja tersebut.
Kombes Pol. Reynold menegaskan bahwa semua terduga pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat untuk proses hukum lebih lanjut.
Penanganan ini mencakup pendataan identitas, pemeriksaan saksi, hingga pembinaan bagi anak di bawah umur sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“ Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif dan penegakan hukum. Selain menegakkan peraturan, kami juga membina para remaja agar tidak mengulangi perbuatannya,” tambah Kapolres.
Patroli Perintis Presisi sendiri adalah program strategis kepolisian yang menyasar titik-titik rawan di wilayah Jakarta Pusat.
Tujuannya adalah mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk tawuran, perkelahian massal, dan aksi kriminal lain yang dapat meresahkan warga.
Menurut Kombes Pol. Reynold, keberhasilan operasi kali ini menunjukkan bahwa deteksi dini dan kehadiran polisi di lokasi rawan mampu mencegah eskalasi tawuran dan potensi korban jiwa.
“ Kecepatan anggota patroli dalam merespons situasi sangat menentukan. Tanpa tindakan cepat, tawuran bisa saja terjadi dengan dampak serius,” ujarnya.
Polisi mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, untuk memantau aktivitas anak-anak remaja. Tawuran tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga dapat merusak masa depan remaja karena terjerat kasus hukum.
Sejumlah saksi di lokasi mengaku melihat sekelompok remaja berkumpul di Jalan Bendungan Jago pada dini hari. Namun mereka tidak terlibat langsung dan segera melaporkan situasi mencurigakan kepada patroli kepolisian.
Hal ini menunjukkan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Dia menambahkan bahwa setiap operasi seperti ini selalu mengutamakan keselamatan semua pihak, termasuk remaja yang diamankan.
Mereka mendapatkan pendampingan hukum, dan bagi yang masih di bawah umur akan diberikan pendampingan dan pembinaan khusus sesuai aturan perlindungan anak.
“ Patroli ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga pembinaan dan edukasi bagi remaja agar tidak terjerumus ke perbuatan kriminal,” jelas Kombes Pol. Reynold.
Selain itu, pihak kepolisian menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat, pihak sekolah, dan kepolisian. Dengan koordinasi yang baik, potensi tawuran dan kriminalitas remaja dapat diminimalkan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Jalan Bendungan Jago dan kawasan Kemayoran dikenal sebagai salah satu titik rawan tawuran. Kehadiran Patroli Perintis Presisi secara rutin diyakini efektif menekan angka konflik antar kelompok remaja.
Operasi yang berlangsung dini hari ini juga menjadi contoh praktik kepolisian preventif yang mengutamakan deteksi dini, kecepatan respon, serta pembinaan terhadap generasi muda yang berpotensi terlibat tawuran.
Lanjut, ia menegaskan kembali bahwa polisi tidak hanya bertindak reaktif, tetapi juga proaktif.
“ Kami hadir sebelum kejadian terjadi, memberikan perlindungan bagi masyarakat, dan membimbing remaja agar memilih perilaku positif,” pungkasnya.
Dengan pengamanan yang cepat, koordinasi yang solid, serta dukungan masyarakat dan sekolah, diharapkan wilayah Jakarta Pusat tetap aman, dan angka tawuran remaja dapat ditekan secara signifikan.
” Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata bahwa patroli preventif memiliki dampak positif bagi keamanan kota dan masa depan anak-anak remaja,” tutupnya.





