PONTIANAKKERAS.ID, KUBU RAYA – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maut terjadi di jalur rawan kecelakaan Jalan Trans Kalimantan, tepatnya KM 19, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (25/1/2026) siang.
Peristiwa tragis tersebut menelan korban jiwa seorang pengendara sepeda motor yang gagal mengendalikan kendaraannya saat melewati tikungan tajam, hingga menabrak truk yang melintas dari arah berlawanan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan melibatkan sepeda motor Honda dengan nomor polisi KB 4879 MK yang dikendarai Sutakim (61) dengan penumpang Rizki Permata Putri (21), serta truk bernomor polisi KB 8961 HEA yang dikemudikan Haryat Sedia Hartono (62).
Kasat Lantas Polres Kubu Raya, Iptu Judi Effendhy mengatakan kecelakaan terjadi ketika truk melaju dari arah Pontianak menuju luar kota.
Sesampainya di tikungan tajam KM 19 Desa Korek, motor korban datang dari arah berlawanan dan diduga hilang kendali hingga melebar ke jalur truk.
“ Berdasarkan keterangan saksi di TKP, saat truk melintas di KM 19 tikungan Desa Korek, tiba-tiba muncul sepeda motor dari arah berlawanan. Motor tersebut diduga hilang kendali hingga posisinya melebar ke jalur truk,” ujar Judi, Senin (26/1/2026).
Benturan keras tak terelakkan akibat jarak antara truk dan motor yang terlalu dekat. Sepeda motor langsung menghantam bagian depan truk dengan kekuatan signifikan, sehingga pengendara motor, Sutakim, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Penumpangnya, Rizki Permata Putri, selamat namun mengalami luka-luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
“ Pengendara motor atas nama Sutakim meninggal di lokasi kejadian. Penumpangnya, Rizki Permata Putri, saat ini tengah menjalani perawatan medis akibat sejumlah luka yang dialami,” tambahnya.
Pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan yang terlibat serta mencatat kondisi jalan dan faktor penyebab potensial, termasuk tikungan tajam yang sering menjadi titik rawan kecelakaan di jalur Trans Kalimantan.
” Jalur Trans Kalimantan, khususnya di wilayah Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, dikenal sebagai jalur “tengkorak” karena tingkat kecelakaan yang tinggi. Tikungan tajam, blind spot, dan lalu lintas yang padat kerap memicu kecelakaan fatal,,” terangnya.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk waspada, menjaga kecepatan, dan fokus saat melintasi daerah berisiko tinggi.
“Kami menghimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu menjaga konsentrasi, mengatur kecepatan, dan berhati-hati, terutama di tikungan yang memiliki blind spot. Keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap pengendara,” pungkasnya..
Kecelakaan ini menambah daftar panjang laka lantas di Jalan Trans Kalimantan yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah dan masyarakat.
Satlantas Polres Kubu Raya juga menekankan pentingnya kesadaran pengendara dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan.
Pihak kepolisian menyarankan agar pengendara motor dan mobil selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk helm standar, dan memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berkendara.
Faktor cuaca, kondisi jalan, dan kepadatan lalu lintas juga harus menjadi pertimbangan setiap pengguna jalan untuk mencegah kecelakaan.
Keluarga korban dan masyarakat sekitar diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan kepolisian di lokasi kejadian.
Polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan kecelakaan akan berjalan transparan, termasuk pemeriksaan saksi dan pengemudi truk, agar penyebab pasti kecelakaan dapat diketahui dan langkah pencegahan dapat diterapkan di masa mendatang.
Dengan adanya peringatan dan edukasi ini, diharapkan pengendara lebih berhati-hati di jalur Trans Kalimantan, khususnya di titik-titik yang rawan kecelakaan, sehingga keselamatan warga dapat lebih terjamin dan tragedi serupa dapat diminimalisir.




