PONTIANAKKERAS.ID, PONTIANAK – Ketidakpastian menyelimuti calon penonton konser Epilogfest yang rencananya digelar di Pelataran Grand Mahkota Hotel Pontianak.
Acara musik tersebut kembali menuai sorotan publik setelah mengalami penundaan untuk kedua kalinya, sehingga memicu kekecewaan dan keluhan dari para pemegang tiket.
Konser yang semula dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2025 lebih dulu mengalami perubahan jadwal ke 10 Januari 2026.
Namun, menjelang pelaksanaan, promotor kembali mengumumkan penundaan lanjutan dengan menggeser waktu penyelenggaraan hingga Agustus 2026.
Salah satu calon penonton, Riya Hoiriyah, mengaku kecewa dengan minimnya informasi serta kurangnya transparansi dari pihak promotor terkait kejelasan acara dan mekanisme pengembalian dana tiket (refund).
Menurut Riya, pemberitahuan penundaan justru ia terima pada hari pelaksanaan konser. Informasi tersebut muncul secara mendadak melalui notifikasi di ponselnya.
“ Pemberitahuannya baru muncul waktu subuh, tepat di hari H konser. Tiba-tiba ada notifikasi dari pihak Epilogfest yang menyatakan konser diundur ke 10 Januari 2026,” ungkap Riya saat ditemui.
Ia menilai cara penyampaian informasi tersebut sangat merugikan penonton, terlebih bagi mereka yang telah mempersiapkan waktu dan biaya untuk datang ke lokasi acara.
Keraguan Riya terhadap kepastian konser sebenarnya sudah muncul sejak sehari sebelum acara. Ia mengaku sempat melewati lokasi konser pada Jumat, 30 Oktober 2025, sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat itu, ia tidak melihat adanya aktivitas persiapan seperti pembangunan panggung maupun perlengkapan teknis lainnya di area pelataran hotel.
“ Dari promotor tidak ada informasi apa pun. Kami hanya berharap ada konfirmasi yang jelas dari tim mereka soal kejelasan acara ini sebenarnya seperti apa,” tambahnya.
Kondisi tersebut semakin memperkuat kekecewaan calon penonton yang merasa tidak mendapatkan kepastian hingga mendekati waktu pelaksanaan.
Penundaan konser Epilogfest Pontianak ini juga berdampak secara finansial bagi Riya. Ia mengaku telah mengajukan cuti kerja jauh hari demi menyaksikan penampilan penyanyi favoritnya, Feby Putri.
Selain itu, ia juga mengalami kerugian materi akibat pembelian tiket secara kolektif bersama rekan-rekannya.
“ Mengenai pembayaran tiket, awalnya kami ingin checkout bersama. Tapi karena aplikasi membatasi maksimal dua tiket, akhirnya kami melakukan satu transaksi untuk lima tiket VIP dan satu tiket seharga Rp395 ribu, sudah termasuk biaya admin. Total lima tiket sekitar Rp1,9 juta,” jelasnya.
Menurut Riya, kerugian tersebut bukan hanya soal uang, tetapi juga waktu dan rencana yang sudah disusun sejak lama.
Kekecewaan terhadap sikap promotor yang dinilai tidak profesional membuat Riya dan sejumlah calon penonton lainnya mempertimbangkan langkah hukum. Mereka menilai penundaan berulang tanpa kejelasan refund telah merugikan banyak pihak.
Ia menegaskan tidak akan tinggal diam jika promotor tidak menunjukkan itikad baik dalam waktu dekat.
“ Harapan saya, promotor bisa segera mempercepat proses pengembalian uang. Kalau tidak ada kejelasan, kami berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian karena sudah merugikan banyak orang,” tegasnya.
Menanggapi gelombang protes dari publik, Promotor Epilogfest akhirnya memberikan klarifikasi melalui kanal resmi mereka di media sosial Instagram @epilogfest.
Dalam pernyataannya, promotor menyampaikan permohonan maaf dan menyebut keputusan penundaan diambil dengan berat hati demi kebaikan bersama, setelah mempertimbangkan kondisi dan situasi yang dinilai tidak memungkinkan.
“ Dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya peserta, penonton, dan semua yang telah memberikan dukungan,” tulis promotor dalam flyer yang diunggah di akun resminya.
Dalam pengumuman tersebut, promotor memastikan konser Epilogfest resmi ditunda hingga Agustus 2026. Mereka juga menjanjikan akan melakukan pembaruan daftar pengisi acara atau line-up sebagai bagian dari persiapan ulang event.
“ Setelah melalui pertimbangan matang dan melihat kondisi terkini yang tidak memungkinkan melaksanakan event pada 10 Januari 2026, dengan berat hati kami memutuskan event ini harus ditunda,” tulis promotor.
Sebagai bentuk tanggung jawab, promotor Epilogfest menyatakan komitmennya untuk melakukan pengembalian dana tiket kepada para penonton. Mereka juga berjanji akan menyampaikan informasi teknis terkait mekanisme refund secara transparan melalui kanal resmi.
“ Sebagai bentuk tanggung jawab, kami akan melanjutkan proses refund tiket. Informasi teknis mengenai mekanisme refund maupun jadwal event pengganti akan kami sampaikan secara transparan melalui kanal resmi kami,” tegas promotor.
Hingga kini, calon penonton masih menunggu kepastian lebih lanjut terkait realisasi refund tersebut.
Publik berharap promotor dapat segera memenuhi janjinya agar polemik ini tidak berlarut-larut dan kepercayaan terhadap penyelenggaraan event musik di Pontianak dapat kembali terjaga.




