Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Nelayan Tradisional Rayaldi Asal Sungai Kunyit Ditemukan Tewas Tepi Pantai

Foto. Nelayan Rayaldi ditemukan di bibir pantai (Dok. Istimewa)

MEMPAWAH – Rayadi (50), nelayan tradisional asal Sungai Kunyit, Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) ditemukan tak bernyawa di bibir pantai Desa Bundung Laut.

” Korban ini awalnya berangkat dari rumah, memakai sepeda sambil membawa alat perangkap ikan tradisional (julu),” ujar Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Lodrick Taliak.

Rayadi meninggalkan rumahnya pada hari Sabtu (27/12/2025 ) sekitar pukul 05.00 WIB. Sampai sore hari, korban tak kunjung pulang ke rumah.

” Korban dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah tak pulang ke rumah. Pihak keluarga bersama warga setempat berusaha mencari keberadaan korban,” ungkapnya.

Polisi mengatakan sebelum ditemukan meninggal dunia, korban mencari ikan dengan berjalan kaki dan menyisir tepian pantai.

” Pihak keluarga mendatangi lokasi, dimana korban biasanya menyimpan sepedanya. Sebelum, korban turun ke laut untuk mencari ikan,” tuturnya.

Pencarian korban dilanjutkan hingga tengah malam sekitar pukul 00.10 WIB. Namun pencarian tersebut tak membuahkan hasil.

” Pihak keluarga tidak menemukan korban. Hanya melihat sepeda korban tersandar di rerumputan, yang tak jauh dari tepi pantai,” katanya.

Polisi yang menerima laporan masyarakat, selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu dalam pencarian korban.

” Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di tepian laut pada hari Minggu sekitar jam delapan pagi ,” jelasnya.

Pihak keluarga menolak korban dibawa ke rumah sakit untuk proses otopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah.

” Selanjutnya, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dilakukan prosesi pemakaman,” ucapnya.

Polisi menduga korban sempat terseret arus pasang surut air laut yang datang secara tiba tiba pada saat korban mendorong alat sungkurnya ke arah tengah laut.

Share: