PONTIANAKKERAS.ID, PONTIANAK- Pria parubaya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Srikaya, kawasan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar setelah jasad korban pertama kali ditemukan pada Rabu (08/10/2025) pagi.
Korban diketahui bernama Kasilam (77), seorang perantau asal Semarang, Jawa Tengah. Informasi itu disampaikan Kanit Reskrim Polsek Pontianak Barat, Ipda Alvon Oktobertus, saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh seorang saksi yang merupakan pemilik rumah tempat korban tinggal sementara.
Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di lantai dapur dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“ Korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai dapur rumah tersebut dan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Alvon.
Berdasarkan keterangan saksi, pagi itu ia hendak memeriksa kondisi rumah dan mendapati korban sudah tergeletak di dapur.
” Menyadari situasi tersebut, saksi segera melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian setempat,” tambahnya.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, aparat Polsek Pontianak Barat langsung menuju lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta proses identifikasi terhadap jenazah korban.
Polisi juga memasang garis pembatas untuk mempermudah proses pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kondisi rumah juga tidak menunjukkan adanya bekas perusakan atau tanda-tanda tindak kriminal.
“ Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi adanya peristiwa pidana di lokasi kejadian,” jelasnya.
Diketahui, Kasilam merupakan perantau asal Semarang, Jawa Tengah, yang datang ke Pontianak seorang diri. Selama berada di Kota Pontianak, korban menumpang tinggal sementara di rumah saksi.
Menurut informasi yang dihimpun, korban sehari-hari bekerja sebagai badut jalanan. Selain itu, ia juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai juru parkir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama merantau.
Kehidupan korban yang sederhana dan jauh dari keluarga membuat kabar duka ini terasa menyentuh bagi warga sekitar. Beberapa tetangga menyebut korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang berinteraksi secara intens, namun tidak pernah menimbulkan masalah di lingkungan tempat tinggalnya.
Polisi menduga kematian korban karena sakit yang dideritanya. Berdasarkan keterangan saksi serta informasi awal yang diperoleh, korban diduga memiliki riwayat penyakit diabetes.
“ Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit diabetes yang dideritanya. Namun demikian, kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian secara medis,” tegasnya.
Jenazah korban kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan tidak ada unsur lain di balik kematian tersebut.
Proses visum dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar dalam setiap kasus penemuan orang meninggal dunia, terutama yang ditemukan di dalam rumah tanpa saksi langsung saat kejadian.
Hingga saat ini, polisi memastikan bahwa tidak ditemukan indikasi tindak kekerasan ataupun perbuatan melawan hukum dalam peristiwa tersebut.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi maupun kondisi fisik korban tidak menunjukkan adanya luka akibat benda tajam maupun benda tumpul.
Selain itu, barang-barang milik korban di sekitar lokasi juga dalam kondisi utuh. Tidak ada tanda kehilangan ataupun upaya pembongkaran di dalam rumah.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman sesuai prosedur untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Langkah ini dilakukan demi memberikan kepastian kepada keluarga korban serta menghindari spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Proses visum menjadi tahap penting dalam memastikan penyebab kematian korban. Hasil pemeriksaan medis nantinya akan menjadi dasar resmi dalam menyimpulkan apakah korban benar meninggal akibat komplikasi penyakit atau terdapat faktor lain.
Polsek Pontianak Barat menyatakan akan menyampaikan hasil resmi setelah proses pemeriksaan selesai. Sementara itu, pihak kepolisian juga berupaya menghubungi keluarga korban di Jawa Tengah guna menyampaikan kabar duka serta proses penanganan jenazah.
“ Kami masih menunggu hasil visum. Untuk sementara, dugaan mengarah pada penyakit yang diderita korban,” tutup Ipda Alvon.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para perantau dan lansia yang tinggal seorang diri, untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan.
Pemeriksaan rutin serta komunikasi dengan keluarga atau lingkungan sekitar dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan situasi mencurigakan atau kondisi darurat di lingkungan tempat tinggalnya.
Respons cepat dari warga dapat membantu mempercepat penanganan serta memastikan proses berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, kasus penemuan pria ditemukan meninggal di Pontianak Barat tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian sembari menunggu hasil visum resmi.
Polisi memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian telah kondusif dan tidak terdapat unsur pidana berdasarkan pemeriksaan awal.





