PONTIANAKKERAS.ID, SANGGAU – Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Raya Tayan Hilir Sanggau, Cempedak, Tayan Hilir, Sanggau. Insiden itu terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, pada hari Rabu (21/1/2025).
” Berdasarkan laporan yang diterima, total ada 12 penumpang dari 2 bus Damri mengalami luka-luka dengan tingkat cedera bervariasi,” kata Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP Bunga Tri Yulitasari.
Peristiwa itu melibatkan 3 unit kendaraan, 2 bus Damri dengan KB-7027-SL dan KB-7015-SL dan 1 truk ekspedisi pengangkut pupuk dengan Nopol R 9116 ET.
” Untuk pengemudi truk ekspedisi pupuk meninggal dunia. Sebelumnya sempat dibawa ke Puskesmas Tayan Hilir untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tak tertolong,” terangnya.
Polisi mengatakan kejadian tersebut berawal ketika sopir truk RS melaju dari arah Tayan Hilir hendak menuju ke arah Batang Tarang.
” Setibanya di Dusun Tenggarong, truk tersebut diduga hilang kendali hingga melebar ke kanan dan masuk ke arah jalur berlawanan,” ungkapnya.
Dilaporkan dua sopir bus Damri, yakni SE dan SW mengalami luka berat setelah kejadian dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
” Saat bersamaan dan arah berlawanan melaju bus Damri KB-7027-SL. Akibat jarak sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak dapat dihindarkan,” tuturnya.
Hasil olah TKP sementara, polisi menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan karena sopir truk terlalu melaju ke arah kanan dan diduga hilang kendali.
” Akibat benturan itu, bus Damri berhenti mendadak di badan jalan. Naas, bus Damri kedua yang ada di belakangnya tak sempat menghindar sehingga menabrak bus yang ada di depannya,” pungkasnya.
Kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun tersebut sudah diamankan ke Unit Laka Lantas Polres Sanggau untuk penyelidikan lebih lanjut.
” Kasus ini masih kami dalami lebih lanjut untuk mengetahui faktor serta mengungkap pasti penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” tegasnya.
Selain itu, polisi mengimbau para pengguna jalan untuk selalu menjaga konsentrasi, terutama saat berkendara di malam hari.
” Kami menghimbau agar para sopir, untuk mengambil waktu istirahat jika sudah merasa lelah. Jangan memaksakan diri untuk mengemudikan kendaraanya,” tutupnya.




