Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pria 75 Tahun Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil di Pontianak Kota

Foto. Korban ditemukan dalam mobil sedan miliknya (Istimewa)

PONTIANAK, – Warga di kawasan Jalan Nurali, Pontianak Kota, dikejutkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil sedan pada Selasa pagi, 14 April 2026 sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban diketahui bernama Noerbassyah Siregar (75), seorang warga Pontianak Tenggara. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa saat berada di kursi pengemudi, dengan posisi kepala tertunduk di dalam kendaraan yang terparkir di pinggir jalan.

Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga sekitar yang sebelumnya mencurigai keberadaan kendaraan tersebut karena berada cukup lama di lokasi dalam kondisi mesin dan lampu masih menyala.

Kapolsek Pontianak Kota, Deni Gumilar, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“ Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan – tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kapolsek Pontianak Kota, AKP Deni Gumilar.

Kejadian ini bermula ketika warga sekitar melihat sebuah mobil sedan yang terparkir dalam waktu cukup lama tanpa adanya aktivitas dari pengemudi. Kondisi tersebut semakin mencurigakan karena mesin kendaraan masih dalam keadaan hidup, begitu pula dengan lampu mobil yang tetap menyala.

Rasa penasaran dan kekhawatiran mendorong warga untuk mendekati kendaraan tersebut. Saat diperiksa dari luar, terlihat seorang pria berada di dalam mobil dalam posisi tidak biasa.

Warga kemudian mencoba mengetuk kaca mobil untuk memastikan kondisi pengemudi. Namun, tidak ada respons dari dalam kendaraan.

“ Warga sempat mencoba mengetuk dan membuka pintu, namun tidak ada reaksi, sehingga kejadian dilaporkan ke pihak kepolisian,” jelasnya.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian yang langsung menuju lokasi kejadian.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak kriminal.

Polisi menduga bahwa korban meninggal dunia akibat faktor kesehatan, mengingat usia korban yang sudah lanjut.

” Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit dan diperkirakan sudah meninggal sekitar 6 hingga 7 jam sebelum ditemukan,” terangnya.

Perkiraan waktu kematian ini didasarkan pada kondisi tubuh korban serta hasil observasi awal di tempat kejadian perkara.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Untuk memastikan kondisi dan penyebab kematian, Tim Inafis dari Polresta Pontianak langsung diterjunkan ke lokasi.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Langkah ini merupakan prosedur standar dalam setiap penanganan kasus kematian, baik yang diduga akibat tindak pidana maupun non-pidana.

Kehadiran Tim Inafis juga bertujuan untuk memastikan tidak adanya unsur yang terlewat dalam proses identifikasi awal.

Setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dievakuasi dari dalam mobil.

” Sekitar pukul 07.30 WIB, korban dievakuasi ke RSUD Dokter Soedarso menggunakan ambulans untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

Di rumah sakit, jenazah akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Peristiwa ini sempat mengundang perhatian warga sekitar yang berada di lokasi kejadian. Banyak warga yang berkumpul untuk melihat langsung proses evakuasi yang dilakukan oleh petugas.

Namun, aparat kepolisian segera mengamankan lokasi agar proses penanganan dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi warga untuk lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama jika menemukan hal-hal yang tidak biasa.

Hingga saat ini, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut.

“ Kami masih melakukan pendalaman, namun sejauh ini tidak ada indikasi tindak pidana,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa kejadian tersebut lebih mengarah pada peristiwa kematian alami akibat faktor kesehatan.

Kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi masyarakat lanjut usia.

Aktivitas berkendara dalam kondisi tubuh yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.

Selain itu, penting bagi keluarga untuk memastikan kondisi anggota keluarga, terutama lansia, dalam keadaan baik sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Penemuan seorang lansia meninggal dunia di dalam kendaraan ini menjadi peristiwa yang menyita perhatian publik. Meski tidak ditemukan unsur kriminal, kejadian ini tetap memberikan pelajaran penting tentang kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.

Respons cepat warga dalam melaporkan kejadian juga menjadi faktor penting dalam penanganan awal oleh pihak berwenang.

Ke depan, kesadaran akan pentingnya kesehatan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar diharapkan dapat membantu mencegah kejadian serupa.

Share:

Rendy Reynaldi

𝗝𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *